Sebelum chaptr 4 trbit, ada baiknya kita menyimak lagu berikut, silahkan :)
Mbah surip, bilang "haa"
Michael Jackson, bilang "Aww"
Mbah Marijan, bilang apa
"rosoo....Rosoo...Rosoooo"
Michael Jackson, masuk neraka
yang satunya, masuk surga
Siapa dia
Mbah Maridjan.
Rosooo..rosooo...rosooo
K*k* B*ma Energi
Mbah Surip, Kopi Susu
Michael Jackson, susu ibu
ADuuhhh..aduhhh.,..aduhhh
Ariel, masuk penjara
Karena, buat zina
sama Luna Maya
dan cut tari Ampuunn ampun
Merapi meletus
Mbah maridjan ikut mampus
Gayanya, gaya sujud
Amiinn..amin..aminn
Diciptakan oleh murid SMansa Pantai cermin
Friday, 31 December 2010
Tuesday, 28 December 2010
Chapter 3 - A will to protect your beloved People
Aku berdiri di sebuah bangunan besar berwarna silver yang menjulang tinggi dengan gagah. Ya. Inilah Prosperian Defense Department.Dimana seluruh bangsa prosperian yang peduli dengan pertahanan negeri ini berkumpul.
Akupun langsung melangkah ke dalam, Di pintu ada beberapa kamera pengawas dan ada detektor logam dan bom di bagian pintu. Dan akupun harus melewati berbagai seleksi keamanan hanya untuk masuk ke dalam
Setelah melewati itu semua, aku langsung menghampiri seseorang yang sepertinya pegawai gedung ini dan bertanya dimanakah pendaftaran untuk menjadi anggota Tim Pertahanan Prosperian. Dengan ramah orang tersebut megnantarkanku ke sebuah ruangan di lantai 3.
Akupun sampai di depan sebuah pintu yang dipasangi papan nama “Pecra Pervenz” Ya, tidak salah lagi inilah tempatnya.
“Saya pamit dulu ke bawah, Silahkan berbincang-bincang dengan tuan Pecra” ucap orang yang mengantarkanku tadi dengan ramah
“Ohh.. ya Terima kasih” balasku sambil tersenyum
“Silahkan masuk” ucap sebuah suara yang berasal dari dalam ruangan itu
Aku terkejut, padahal aku belum megetuk pintu, tapi ia sudah tahu bahwa aku berada di depan pintu.
Ternyata sebuah kamera sudah dipasang di bagian atas pintu ini, dan mungkin Tuan Pecra tersebut melihatku dari sana
Segera aku membuka pintu dan melangkah ke dalam
“Permisi” Ucapku sambil tersenyum
“ya. Silahkan duduk” balas Pecra
Akupun segera mengambil kursi yang tersedia di dean meja Pecra, sepertinya itu memang disiapkan untuk tamu-tamunya, Akupun terus memandangi sekeliling sambil duduk, Ruangan Pecra cukup besar, dengan cat silver. Di dindingnya terpasang 2 Laucher yang sepertinya siap digunakan kapan saja. Dan di meja yang satunya lagi ada 2 layar komputer hologram yang menampilkan keadaan perbatasan dan “wajah” Prosperian dari luar angkasa
“Apakah kau anak yang ada di MHS Granwood kemarin?” Ucap orang tersebut
“i..iya sir, Kau ingat denganku?” balasku dengan agak gugup. Dengan sedikit bangga bahwa ada orang penting yang ingat denganku
“Aku sedikit ingat dengan wajahmu, yang aku ingat adalah rambutmu yang belah kiri yang berbeda dari anak lain yang semuanya memiliki rambut dengan belah kanan..haha” jawab Pecra dengan tertawa kecil
Owh,,, ternyata dia hanya ingat dengan itu. Aku agak sedikit kecewa juga.Tapi biarlah. Itu juga bukan hal yang [enting untuk dibahas.
“Sepertinya tujuanmu datang kesini adalah untuk mendaftar menjadi anggota tim pertahanan, bukan begitu?” tanya Pecra
“iya sir, saya tertarik untuk bergabung dalam tim pertahanan prosperian, apalagi dengan adanya perang besar yang mungkin akan terjadi” Jawabku
“Apakah kau siap dengan itu?” tanyanya lagi
Aku terkejut, sebenarnya aku belum terlalu siap, ketakutanku masih belum hilang, tapi kali ini adalah rasa takut yang berbeda
“Aku sudah siap 80% sir” akupun menjawab
“80%?? Kemana yang 20% lagi?” balasnya
“20% lagi, aku masih takut” jawabku
“takut akan apa?” balas Pecra penasaran
“yang aku takutkan aku tidak bisa melindungi apa yang berharga bagiku” Jawabku dengan jujur
“Apa kau benar0benar takut dengan itu? Apa yang akan kau lakukan kika kau gagal melindungi mereka, orang-orang yang kau sayangi?” balas pecra lagi
“iya sir, aku benar-benar takut,jika aku gagal, mungkin aku tidak lagi memiliki alasan untuk apa akubertahan hidup” balasku dengan jujur
“jadi begitu.Hmm... kau sudah memiliki modal yang cukup kuat untuk menjadi anggota tim pertahanan prosperian, selamat bergabung dengan kami” Ucap pecra tanpa berpikir panjang lagi
Aku terkejut, aku kira dia akan menolakku karena rasa takutku.
“te..terima kasih Sir!! “ sahutku dengan semangat
“Dari kemarin sudah ada sekitar 3000 orang yang mendaftar kesini, dan aku baru menerima 70 orang termasuk kau” Ucap Pecra
“Kenapa kau masih menyeleksi mereka? Bukannya kita kekurangan orang?” balasku dengan heran
“kita sebenarnya tidak kekurangan orang, tapi kali ini kami mencari orang-orang yang benar-benar ingin melindungi planet ini, melindungi apa yang berharga bagi mereka, itulah yang kuinginkan” jawab Pecra
Aku benar-benar terkejut, aku tidak menyangka bahwa dia berfikiran seperti ini, befikiran yang terbaik untuk melindungi planet ini, planet yang indah dan dipenuhi orang-orang yang ramah. Jadi tidak ada lagi alasan bagiku untuk tidak bergabung dengan Prosperian Defense Team
“Oiy, Bisakah kau perkenalkan dirimu lebih lanjut? Aku sepertinya cukup tertarik dengan orang sepertimu” ucap Pecra
“Ohh.. Ok sir. Namaku Mizuru. Lengkapnya Mizuru ....(belum ada nama blakang, ada usulan?) Lahir di Sacradia 14 tahun yang lalu” kawabku dengan seadanya
“Baiklah, aku akan memasukkan datamu ke Database kami, tapi buatlah data yang lebih lengkap nanti di resepsionist di basement” Ucap Pecra
“Baik Sir. Terima kasih atas sambutan yang baik dan kesediaanmu untuk menerimaku sir, Terimakasih banyak” Ucapku sekali lagi
“Sama-sama Mizuru, tapi sebelum kau pulang, maukah kau ikut sebentar denganku?” ajak Pecra
“Hmm?? Baiklah, tapi kemana?”tanyaku lagi
“ikut saja denganku” jawab Pecra pendek lalu pergi keluar ruangan sambil mengajakku
Akupun mengikuti saja kemana Pecra pergi, setelah kami berada di luar ruangan, Pintu ruangan Pecra pun terkunci dengan otomatis, lalu Pecra berjalan ke ujung lorong dan berada didepan sebuah pintu. Dan aku tahu, ini adalah pintu portal.
Pecra pun membuka pintu tersebut, sepertinya pintu tersebut hanya untuk orang-orang penting di kantor ini karena orang yang mengantarkanku tadi tidak mengantarkanku lewat portal ini, tapi hanya lewat lift biasa.
Akupun masuk ke dalam, kami berada di sebuah tabung dengan tinggi kira-kira 2 meter dan dindingnya terbuat dari kaca. Dan dibawah kami ada piringan dari besi yang disambungkan dengan beberapa kabel yang juga menyambung keluar dari portal
“Lantai 25 gedung ini” ucap Pecra dengan tiba-tiba
Lalu secara tiba-tiba badanku dan Pecra menghilang secara perlahan dari telapak kaki dan sepertinya mesin ini memisahkan partikel-partikel tubuh kami karena aku melihat benda seperti serbuk yang melayang disekitar kami. Secara perlahan-lahan pinggang dan badankupun ikut menghilang dan hingga akhirnya tidak ada yang tersisa. Lalu secara ajaib kami telah tiba di sebuah tabung lain dan dibagian dinding atas tabung bertuliskan lantai 25.
Ya. Sepertinya aku telah sampai dengan selamat di lantai 30 gedung ini.
“Ayo ikuti aku”ucap Pecra
Dengan segera aku mengikutinya, dia mengajakku melewati lorong di lantai 30 dan sampailah di sebuah pintu. Pecra pun membuka pintu tersebut dan kami sampai disebuah balkon yang megarah langsung ke pusat kota Sacradia, tepatnya pusat Prosperian
Aku terkejut dan takjub melihat pemandangan ini, baru sekali ini aku melihat pemandangan Sacradia yang seperti ini, melihat orang-orang yang beraktifitas, monster-monster yang berkeliaran dengan bebas dan ada juga beberapa monster yang berteman baik dengan manusia dan Tempat bersejarah Execution Desert juga terlihat dari sini, dan gunung Aster berdiri dengan megahnya. Aku benar-benar tidak ingin pemandangan seperti ini lenyap begitu saja. Tidak akan kubiarkan
“Mizuru, Kau sudah lhat kan bagaimana Prosperian, khususnya Sacradia? Inilah yang harus kita lindungi, kau harus tahu itu, kita harus melindungi tawa mereka, canda mereka, orang-orang yang mereka sayangi dan lain-lain. Jangan sampai kesedihan, ketakutan dan pedihnya kehilangan menghampiri mereka, Jangan sampai. Jadi mulai dari sekarang, bulatkanlah tekadmu, untukmelindungi planet ini, untuk melindungi orang yang berharga bagimu!” ucap Pecra dengan semangat
“Ya. Aku berjanji!” jawabku dengan tegas
Aku setuju dengan apa yang dikatakan Pecra, karena itu aku benar-benar ingin bergabung denga tim ini.
“BUUMMM!!”
Sebuah suara ledakan yang cukup keras mengagetkan kami dan Asap hitam mengepul kembali di Sacradia untuk yang kedua kalinya dalam jangka waktu yang bisa dibilang singkat
“Ada apa lagi ini?!” ucapku dalam hati
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?? nantikan di chapter 4!!
Akupun langsung melangkah ke dalam, Di pintu ada beberapa kamera pengawas dan ada detektor logam dan bom di bagian pintu. Dan akupun harus melewati berbagai seleksi keamanan hanya untuk masuk ke dalam
Setelah melewati itu semua, aku langsung menghampiri seseorang yang sepertinya pegawai gedung ini dan bertanya dimanakah pendaftaran untuk menjadi anggota Tim Pertahanan Prosperian. Dengan ramah orang tersebut megnantarkanku ke sebuah ruangan di lantai 3.
Akupun sampai di depan sebuah pintu yang dipasangi papan nama “Pecra Pervenz” Ya, tidak salah lagi inilah tempatnya.
“Saya pamit dulu ke bawah, Silahkan berbincang-bincang dengan tuan Pecra” ucap orang yang mengantarkanku tadi dengan ramah
“Ohh.. ya Terima kasih” balasku sambil tersenyum
“Silahkan masuk” ucap sebuah suara yang berasal dari dalam ruangan itu
Aku terkejut, padahal aku belum megetuk pintu, tapi ia sudah tahu bahwa aku berada di depan pintu.
Ternyata sebuah kamera sudah dipasang di bagian atas pintu ini, dan mungkin Tuan Pecra tersebut melihatku dari sana
Segera aku membuka pintu dan melangkah ke dalam
“Permisi” Ucapku sambil tersenyum
“ya. Silahkan duduk” balas Pecra
Akupun segera mengambil kursi yang tersedia di dean meja Pecra, sepertinya itu memang disiapkan untuk tamu-tamunya, Akupun terus memandangi sekeliling sambil duduk, Ruangan Pecra cukup besar, dengan cat silver. Di dindingnya terpasang 2 Laucher yang sepertinya siap digunakan kapan saja. Dan di meja yang satunya lagi ada 2 layar komputer hologram yang menampilkan keadaan perbatasan dan “wajah” Prosperian dari luar angkasa
“Apakah kau anak yang ada di MHS Granwood kemarin?” Ucap orang tersebut
“i..iya sir, Kau ingat denganku?” balasku dengan agak gugup. Dengan sedikit bangga bahwa ada orang penting yang ingat denganku
“Aku sedikit ingat dengan wajahmu, yang aku ingat adalah rambutmu yang belah kiri yang berbeda dari anak lain yang semuanya memiliki rambut dengan belah kanan..haha” jawab Pecra dengan tertawa kecil
Owh,,, ternyata dia hanya ingat dengan itu. Aku agak sedikit kecewa juga.Tapi biarlah. Itu juga bukan hal yang [enting untuk dibahas.
“Sepertinya tujuanmu datang kesini adalah untuk mendaftar menjadi anggota tim pertahanan, bukan begitu?” tanya Pecra
“iya sir, saya tertarik untuk bergabung dalam tim pertahanan prosperian, apalagi dengan adanya perang besar yang mungkin akan terjadi” Jawabku
“Apakah kau siap dengan itu?” tanyanya lagi
Aku terkejut, sebenarnya aku belum terlalu siap, ketakutanku masih belum hilang, tapi kali ini adalah rasa takut yang berbeda
“Aku sudah siap 80% sir” akupun menjawab
“80%?? Kemana yang 20% lagi?” balasnya
“20% lagi, aku masih takut” jawabku
“takut akan apa?” balas Pecra penasaran
“yang aku takutkan aku tidak bisa melindungi apa yang berharga bagiku” Jawabku dengan jujur
“Apa kau benar0benar takut dengan itu? Apa yang akan kau lakukan kika kau gagal melindungi mereka, orang-orang yang kau sayangi?” balas pecra lagi
“iya sir, aku benar-benar takut,jika aku gagal, mungkin aku tidak lagi memiliki alasan untuk apa akubertahan hidup” balasku dengan jujur
“jadi begitu.Hmm... kau sudah memiliki modal yang cukup kuat untuk menjadi anggota tim pertahanan prosperian, selamat bergabung dengan kami” Ucap pecra tanpa berpikir panjang lagi
Aku terkejut, aku kira dia akan menolakku karena rasa takutku.
“te..terima kasih Sir!! “ sahutku dengan semangat
“Dari kemarin sudah ada sekitar 3000 orang yang mendaftar kesini, dan aku baru menerima 70 orang termasuk kau” Ucap Pecra
“Kenapa kau masih menyeleksi mereka? Bukannya kita kekurangan orang?” balasku dengan heran
“kita sebenarnya tidak kekurangan orang, tapi kali ini kami mencari orang-orang yang benar-benar ingin melindungi planet ini, melindungi apa yang berharga bagi mereka, itulah yang kuinginkan” jawab Pecra
Aku benar-benar terkejut, aku tidak menyangka bahwa dia berfikiran seperti ini, befikiran yang terbaik untuk melindungi planet ini, planet yang indah dan dipenuhi orang-orang yang ramah. Jadi tidak ada lagi alasan bagiku untuk tidak bergabung dengan Prosperian Defense Team
“Oiy, Bisakah kau perkenalkan dirimu lebih lanjut? Aku sepertinya cukup tertarik dengan orang sepertimu” ucap Pecra
“Ohh.. Ok sir. Namaku Mizuru. Lengkapnya Mizuru ....(belum ada nama blakang, ada usulan?) Lahir di Sacradia 14 tahun yang lalu” kawabku dengan seadanya
“Baiklah, aku akan memasukkan datamu ke Database kami, tapi buatlah data yang lebih lengkap nanti di resepsionist di basement” Ucap Pecra
“Baik Sir. Terima kasih atas sambutan yang baik dan kesediaanmu untuk menerimaku sir, Terimakasih banyak” Ucapku sekali lagi
“Sama-sama Mizuru, tapi sebelum kau pulang, maukah kau ikut sebentar denganku?” ajak Pecra
“Hmm?? Baiklah, tapi kemana?”tanyaku lagi
“ikut saja denganku” jawab Pecra pendek lalu pergi keluar ruangan sambil mengajakku
Akupun mengikuti saja kemana Pecra pergi, setelah kami berada di luar ruangan, Pintu ruangan Pecra pun terkunci dengan otomatis, lalu Pecra berjalan ke ujung lorong dan berada didepan sebuah pintu. Dan aku tahu, ini adalah pintu portal.
Pecra pun membuka pintu tersebut, sepertinya pintu tersebut hanya untuk orang-orang penting di kantor ini karena orang yang mengantarkanku tadi tidak mengantarkanku lewat portal ini, tapi hanya lewat lift biasa.
Akupun masuk ke dalam, kami berada di sebuah tabung dengan tinggi kira-kira 2 meter dan dindingnya terbuat dari kaca. Dan dibawah kami ada piringan dari besi yang disambungkan dengan beberapa kabel yang juga menyambung keluar dari portal
“Lantai 25 gedung ini” ucap Pecra dengan tiba-tiba
Lalu secara tiba-tiba badanku dan Pecra menghilang secara perlahan dari telapak kaki dan sepertinya mesin ini memisahkan partikel-partikel tubuh kami karena aku melihat benda seperti serbuk yang melayang disekitar kami. Secara perlahan-lahan pinggang dan badankupun ikut menghilang dan hingga akhirnya tidak ada yang tersisa. Lalu secara ajaib kami telah tiba di sebuah tabung lain dan dibagian dinding atas tabung bertuliskan lantai 25.
Ya. Sepertinya aku telah sampai dengan selamat di lantai 30 gedung ini.
“Ayo ikuti aku”ucap Pecra
Dengan segera aku mengikutinya, dia mengajakku melewati lorong di lantai 30 dan sampailah di sebuah pintu. Pecra pun membuka pintu tersebut dan kami sampai disebuah balkon yang megarah langsung ke pusat kota Sacradia, tepatnya pusat Prosperian
Aku terkejut dan takjub melihat pemandangan ini, baru sekali ini aku melihat pemandangan Sacradia yang seperti ini, melihat orang-orang yang beraktifitas, monster-monster yang berkeliaran dengan bebas dan ada juga beberapa monster yang berteman baik dengan manusia dan Tempat bersejarah Execution Desert juga terlihat dari sini, dan gunung Aster berdiri dengan megahnya. Aku benar-benar tidak ingin pemandangan seperti ini lenyap begitu saja. Tidak akan kubiarkan
“Mizuru, Kau sudah lhat kan bagaimana Prosperian, khususnya Sacradia? Inilah yang harus kita lindungi, kau harus tahu itu, kita harus melindungi tawa mereka, canda mereka, orang-orang yang mereka sayangi dan lain-lain. Jangan sampai kesedihan, ketakutan dan pedihnya kehilangan menghampiri mereka, Jangan sampai. Jadi mulai dari sekarang, bulatkanlah tekadmu, untukmelindungi planet ini, untuk melindungi orang yang berharga bagimu!” ucap Pecra dengan semangat
“Ya. Aku berjanji!” jawabku dengan tegas
Aku setuju dengan apa yang dikatakan Pecra, karena itu aku benar-benar ingin bergabung denga tim ini.
“BUUMMM!!”
Sebuah suara ledakan yang cukup keras mengagetkan kami dan Asap hitam mengepul kembali di Sacradia untuk yang kedua kalinya dalam jangka waktu yang bisa dibilang singkat
“Ada apa lagi ini?!” ucapku dalam hati
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?? nantikan di chapter 4!!
Friday, 24 December 2010
Chapter 2 - Beginning
Sinar matahari masuk ke dalam kamarku melewati celah-celah tirai jendela kamarku, akupun langsung terbangun karena itu,dan waktu menunjukkan pukul 14.00 pagi, jangan heran kalau jam 14.00 disini masih dibilang pagi, karena diameter planet ini besar, 1 hari 1 malam =48 jam, jadi bangun jam 14.00 adalah hal yang lumrah di planet ini.
Akupun langsung beranjak dari tempat tidur dan segera menuju ruang makan untuk sarapan. Ibu sudah menyiapkan beberapa makanan untuk kumakan pagi ini. Ada Roti yang berisi Sayur dan Daging Medwock tersaji di atas meja. Medwock sendiri adalah makhluk berbentuk ayam tapi memiliki postur yang lebih besar dan bisa
terbang. Dia tidak memiliki paruh.
Setelah memakan roti isi medwock, akupun bersiap ke sekolah, Aku sendiri adalah murid kelas 2 MHS (Medium High School) Granwood. Berlokasi tidak jauh dari gedung pemerintahan planet ini.
Pelajaran di sekolah ini menurutku membosankan, hanya mempelajari ilmu hitung, planet ini, dan beberapa ilmu yang menurutku tidak akan berguna. Akupun hanya mendengarkan setengah-setengah.
“Anak-anak, Tolong perhatikan ke depan!”sahut orang yang dipanggil guru yang sedang mengajar di depan
“yaa pakk” sahut anak-anak dengan serempak
Huh.. Memalukan, benar-benar seperti anak-anak. Akupun hanya diam dan mencoba untuk memperhatikan
“tok tok tok”
Terdengar bunyi pintu diketuk, dan sepertinya ketukan pintu ini dapat menyelamatkanku dari kebosanan ini
Pintu kelas dibuka. Terlihatlah seorang pria berbadan kekar yang masuk dengan memakai setelan jas hitam yang sudah disetrika dengan rapi, dihasi dasi garis-garis yang menghiasi lehernya membuat ia semakin tampak sangar. Wajahnya yang bijaksana dihiasi kumis dan jambang membuat kharismanya semakin keluar
“pagi anak2!!”ucap orang tersebut dengan nada yang cukup tinggi. Sepertinya ia ingin menarik perhatian murid
kelas ini, tapi pakaiannya benar-benar sudah menarik perhatian kami dari tadi
“Perkenalkan, Aku adalah Pecra Pervenz. Anggota dari Prosperian Defense Team. Aku datang kesini atas perintah dari pemimpin bangsa, ia meminta untuk membuat sebuah pasukan perang dari masing-masing MHS dan SHS di planet ini. Jadi aku kesini untuk memberitahukan kalian, karena planet ini sedang dalam keadaan terancam. Maka kami ingin menambah pasukan dari orang-orang seperti kalian. Kami tidak memaksa, tapi kami sangat berharap kesediaan kalian semua untuk mempertahankan planet ini” Terang orang tersebut
Aku benar-benar tidak percaya, kedengarannya ini seperti cerita anak kecil, tapi sekarang,.. ini nyata. Planet ini mungkin akan memang benar-benar diserang oleh bangsa dari planet lain. Karena bukan kami saja yang menghuni alam semesta ini. Dan kemungkinan besar ada hubungan dengan peristiwa kemaren.
“Yang ingin bergabung,langsung saja ke departemen pertahanan prosperian. Kami menanti kedatangan kalian
kapan saja” sambung orang tersebut
Semua murid kelas terdiam, mungkin ada yang terkejut, tidak percaya dan ada juga yg menganggap bahwa ini hanyalah gurauan dan lelucon aneh yang dibuat oleh seseorang. Tapi aku percaya, Ini nyata. Karena aku menyaksikannya sendiri dengan mata kepalaku.
Orang yang bernama Pecra tadipun meninggalkan kelas dan kamipun melanjutkan pelajaran
6 jam berlalu dan waktu menunjukkan pukul 24 siang. Sudah waktunya pulang. Akupun segera berjalan keluar dari kelas. Masih dengan memikirkan banyak hal yang terjadi dengan tiba-tiba. Aku tak tahun harus bagaimana. Tapi biarlah.
Saat berjalan di lorong, aku melihat seorang perempuan dari kelas sebelah sedang berjalan di lorong.
Aku tak menghiraukannya,Aku tak menyangka bahwa ia akan membawa pengaruh bagiku di kemudian hari. Akupun mempercapat langkahku untuk bisa segera ke rumah paman Hazel siang ini.
Setelah Menempuh perjalanan dengan Bike Aircraft ku, Aku sampai di rumah paman Hazel, setelah ku panggil, ternyata paman memang sedang berada di rumah
Paman langsung keluar dengan memakai baju kaus santai dan celana pendek, sepertinya ia sedang beristrirahat. Sebaiknya aku cepat saja. Aku tak mau mengganggu istirahat paman
“Paman, Prosperian Defense Team mengajak kami untuk bergabung di sebuah tim pertahanan milik mreka, dan itu khusus untuk murid-murid MHS. Aku hanya minta pednapat paman, haruskah aku ikut atau tidak?”
“Ohh..tentang hal itu, akupun baru mendapatkan kabar itu tadi, Orang-orang pasukan pertahanan itu yang langsung menelfonku” jawab paman dengan santai
“Jadi paman? Bagaimana saranmu? Aku benar-benar bingung sekarang” sahutku lagi
“Tetapkan pilihan hatimu, Ini adalah jalan yang akan kau pilih, Lakukan apa yang engkau suka, seekor harimau tidak akan berkembang jika kau memeliharanya di rumah, dia akan tumbuh liar dan ganas jika berada di hutan, begitu juga kau, pilih sesuatu yang kau suka, dan lakukan! Dengan begitu kau dapat mengembangkan sayapmu tanpa batas” Jawab paman
Paman memang benar, tapi aku tidak tahu, apakah aku menyukai ini atau tidak, Jadi sebaiknya, aku merenungkan ini dulu di rumah.
Aku sampai di rumah pukul 30.00 siang, aku langsung ke ruang makan dan disana sudah tersedia sepiring makanan Ikan yang siap untuk disantap. Akupun makan dengan lahap.
Tidak sampai 5 menit, makanan yang ada telah berpindah tempat ke dalam perutku. Dan sekarang saatnya untuk memikirkan kembali tentang tawaran dari tim pertahanan itu.
Aku segera menuju ke kamar dan merebahkan badanku di atas kasur, aku berfikir sejenak, apakah untung dan ruginya kalau mengikuti hal tersebut, Sepertinya aku bisa sangat beruntung jika aku mengikuti itu, aku bisa terbebas dari berbagai hal membosankan di sekolah, kemungkinan aku akan mendapatkan makanan yang enak-enak disana dan aku pasti akan mendapatkan ilmu tentang perang.
Jika aku mulai berfikir tentang kerugiannya, yang kutakutkan hanya lah kematian, aku terlalu takut untuk mati. Inilah yang membuatku untuk berfikir dua kali.
Tiba-tiba aku teringat akan perkataan kakek ku dulu
“Jangan pernah takut akan kematian, kematian itu bukanlah hal yang menakutkan, satu-satunya hal yang menakutkan dan menyedihkan di dunia ini adalah melihat orang terdekatmu mati”
Aku ingat ucapan itu, kakek memberitahuku saat aku masih berumur 14 tahun.
Yahh.. kalau difikir-fikir, jika aku tidak mengikuti itu, aku pasti akan kehilangan orang-orang yang berharga bagiku. Tapi kalau aku sendiri yang mati. Tidak akan ada orang yang bersedih akan kepergianku.
Akhirnya aku bertekad untuk mengikuti wajib militer planet ini. Tapi sebelum ini aku harus berbicara kepada ayah dulu.
Malam ini ayah pulang.Akupun langsung menuju ruang keluarga untuk meminta izin ayah, dibuka dengan sedikit basa-basi, akhirnya akupun sampai ke topik pembicaraan. Setelah mengutarakan maksudku yang sebenarnya, ayah terdiam sejenak..
“Ayah, bagaimana?” tanyaku dengan penuh harap
“Aku mendukungmu nak, Aku sebenarnya sangat berat untuk melepasmu, tapi bagaimana lagi, aku tak bisa menghalangi jalanmu, Jadilah dirimu sendiri, lakukan apa yang kau suka, ini jalan yang kau pilh bukan?” jawab ayah
Aku pun terharu mendengar hal tersebut, ayah telah menjadi seorang orang tua yang bijaksana. Dan aku berharap aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Aku melihat ibu sepertinya tidak rela akan keputusan ayah, tapi bagaimana lagi. Dan ayahpun sepertinya berusaha menenangkan ibu.
“Mizuru, persiapkan apa ang kau perlukan, mendaftarlah segera, hemat waktu yang kau punya, biar ayah yang menangkan ibu disini” kata ayah
“Baik ayah” awabku singkat
Aku langsung ke kamarku dan segera mempersiapkan segalanya. Dan akupun tertidur.
Esoknya aku tidak ke sekolah, selesai sarapan, aku langsung mengendarai Bike Aircraft ku menuju departemen pertahanan Prosperian Planet.
Yap, Disinilah Ceritaku akan dimulai..!
Akupun langsung beranjak dari tempat tidur dan segera menuju ruang makan untuk sarapan. Ibu sudah menyiapkan beberapa makanan untuk kumakan pagi ini. Ada Roti yang berisi Sayur dan Daging Medwock tersaji di atas meja. Medwock sendiri adalah makhluk berbentuk ayam tapi memiliki postur yang lebih besar dan bisa
terbang. Dia tidak memiliki paruh.
Setelah memakan roti isi medwock, akupun bersiap ke sekolah, Aku sendiri adalah murid kelas 2 MHS (Medium High School) Granwood. Berlokasi tidak jauh dari gedung pemerintahan planet ini.
Pelajaran di sekolah ini menurutku membosankan, hanya mempelajari ilmu hitung, planet ini, dan beberapa ilmu yang menurutku tidak akan berguna. Akupun hanya mendengarkan setengah-setengah.
“Anak-anak, Tolong perhatikan ke depan!”sahut orang yang dipanggil guru yang sedang mengajar di depan
“yaa pakk” sahut anak-anak dengan serempak
Huh.. Memalukan, benar-benar seperti anak-anak. Akupun hanya diam dan mencoba untuk memperhatikan
“tok tok tok”
Terdengar bunyi pintu diketuk, dan sepertinya ketukan pintu ini dapat menyelamatkanku dari kebosanan ini
Pintu kelas dibuka. Terlihatlah seorang pria berbadan kekar yang masuk dengan memakai setelan jas hitam yang sudah disetrika dengan rapi, dihasi dasi garis-garis yang menghiasi lehernya membuat ia semakin tampak sangar. Wajahnya yang bijaksana dihiasi kumis dan jambang membuat kharismanya semakin keluar
“pagi anak2!!”ucap orang tersebut dengan nada yang cukup tinggi. Sepertinya ia ingin menarik perhatian murid
kelas ini, tapi pakaiannya benar-benar sudah menarik perhatian kami dari tadi
“Perkenalkan, Aku adalah Pecra Pervenz. Anggota dari Prosperian Defense Team. Aku datang kesini atas perintah dari pemimpin bangsa, ia meminta untuk membuat sebuah pasukan perang dari masing-masing MHS dan SHS di planet ini. Jadi aku kesini untuk memberitahukan kalian, karena planet ini sedang dalam keadaan terancam. Maka kami ingin menambah pasukan dari orang-orang seperti kalian. Kami tidak memaksa, tapi kami sangat berharap kesediaan kalian semua untuk mempertahankan planet ini” Terang orang tersebut
Aku benar-benar tidak percaya, kedengarannya ini seperti cerita anak kecil, tapi sekarang,.. ini nyata. Planet ini mungkin akan memang benar-benar diserang oleh bangsa dari planet lain. Karena bukan kami saja yang menghuni alam semesta ini. Dan kemungkinan besar ada hubungan dengan peristiwa kemaren.
“Yang ingin bergabung,langsung saja ke departemen pertahanan prosperian. Kami menanti kedatangan kalian
kapan saja” sambung orang tersebut
Semua murid kelas terdiam, mungkin ada yang terkejut, tidak percaya dan ada juga yg menganggap bahwa ini hanyalah gurauan dan lelucon aneh yang dibuat oleh seseorang. Tapi aku percaya, Ini nyata. Karena aku menyaksikannya sendiri dengan mata kepalaku.
Orang yang bernama Pecra tadipun meninggalkan kelas dan kamipun melanjutkan pelajaran
6 jam berlalu dan waktu menunjukkan pukul 24 siang. Sudah waktunya pulang. Akupun segera berjalan keluar dari kelas. Masih dengan memikirkan banyak hal yang terjadi dengan tiba-tiba. Aku tak tahun harus bagaimana. Tapi biarlah.
Saat berjalan di lorong, aku melihat seorang perempuan dari kelas sebelah sedang berjalan di lorong.
Aku tak menghiraukannya,Aku tak menyangka bahwa ia akan membawa pengaruh bagiku di kemudian hari. Akupun mempercapat langkahku untuk bisa segera ke rumah paman Hazel siang ini.
Setelah Menempuh perjalanan dengan Bike Aircraft ku, Aku sampai di rumah paman Hazel, setelah ku panggil, ternyata paman memang sedang berada di rumah
Paman langsung keluar dengan memakai baju kaus santai dan celana pendek, sepertinya ia sedang beristrirahat. Sebaiknya aku cepat saja. Aku tak mau mengganggu istirahat paman
“Paman, Prosperian Defense Team mengajak kami untuk bergabung di sebuah tim pertahanan milik mreka, dan itu khusus untuk murid-murid MHS. Aku hanya minta pednapat paman, haruskah aku ikut atau tidak?”
“Ohh..tentang hal itu, akupun baru mendapatkan kabar itu tadi, Orang-orang pasukan pertahanan itu yang langsung menelfonku” jawab paman dengan santai
“Jadi paman? Bagaimana saranmu? Aku benar-benar bingung sekarang” sahutku lagi
“Tetapkan pilihan hatimu, Ini adalah jalan yang akan kau pilih, Lakukan apa yang engkau suka, seekor harimau tidak akan berkembang jika kau memeliharanya di rumah, dia akan tumbuh liar dan ganas jika berada di hutan, begitu juga kau, pilih sesuatu yang kau suka, dan lakukan! Dengan begitu kau dapat mengembangkan sayapmu tanpa batas” Jawab paman
Paman memang benar, tapi aku tidak tahu, apakah aku menyukai ini atau tidak, Jadi sebaiknya, aku merenungkan ini dulu di rumah.
Aku sampai di rumah pukul 30.00 siang, aku langsung ke ruang makan dan disana sudah tersedia sepiring makanan Ikan yang siap untuk disantap. Akupun makan dengan lahap.
Tidak sampai 5 menit, makanan yang ada telah berpindah tempat ke dalam perutku. Dan sekarang saatnya untuk memikirkan kembali tentang tawaran dari tim pertahanan itu.
Aku segera menuju ke kamar dan merebahkan badanku di atas kasur, aku berfikir sejenak, apakah untung dan ruginya kalau mengikuti hal tersebut, Sepertinya aku bisa sangat beruntung jika aku mengikuti itu, aku bisa terbebas dari berbagai hal membosankan di sekolah, kemungkinan aku akan mendapatkan makanan yang enak-enak disana dan aku pasti akan mendapatkan ilmu tentang perang.
Jika aku mulai berfikir tentang kerugiannya, yang kutakutkan hanya lah kematian, aku terlalu takut untuk mati. Inilah yang membuatku untuk berfikir dua kali.
Tiba-tiba aku teringat akan perkataan kakek ku dulu
“Jangan pernah takut akan kematian, kematian itu bukanlah hal yang menakutkan, satu-satunya hal yang menakutkan dan menyedihkan di dunia ini adalah melihat orang terdekatmu mati”
Aku ingat ucapan itu, kakek memberitahuku saat aku masih berumur 14 tahun.
Yahh.. kalau difikir-fikir, jika aku tidak mengikuti itu, aku pasti akan kehilangan orang-orang yang berharga bagiku. Tapi kalau aku sendiri yang mati. Tidak akan ada orang yang bersedih akan kepergianku.
Akhirnya aku bertekad untuk mengikuti wajib militer planet ini. Tapi sebelum ini aku harus berbicara kepada ayah dulu.
Malam ini ayah pulang.Akupun langsung menuju ruang keluarga untuk meminta izin ayah, dibuka dengan sedikit basa-basi, akhirnya akupun sampai ke topik pembicaraan. Setelah mengutarakan maksudku yang sebenarnya, ayah terdiam sejenak..
“Ayah, bagaimana?” tanyaku dengan penuh harap
“Aku mendukungmu nak, Aku sebenarnya sangat berat untuk melepasmu, tapi bagaimana lagi, aku tak bisa menghalangi jalanmu, Jadilah dirimu sendiri, lakukan apa yang kau suka, ini jalan yang kau pilh bukan?” jawab ayah
Aku pun terharu mendengar hal tersebut, ayah telah menjadi seorang orang tua yang bijaksana. Dan aku berharap aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Aku melihat ibu sepertinya tidak rela akan keputusan ayah, tapi bagaimana lagi. Dan ayahpun sepertinya berusaha menenangkan ibu.
“Mizuru, persiapkan apa ang kau perlukan, mendaftarlah segera, hemat waktu yang kau punya, biar ayah yang menangkan ibu disini” kata ayah
“Baik ayah” awabku singkat
Aku langsung ke kamarku dan segera mempersiapkan segalanya. Dan akupun tertidur.
Esoknya aku tidak ke sekolah, selesai sarapan, aku langsung mengendarai Bike Aircraft ku menuju departemen pertahanan Prosperian Planet.
Yap, Disinilah Ceritaku akan dimulai..!
Subscribe to:
Posts (Atom)